<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BICARA</title>
	<atom:link href="http://beecara.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://beecara.wordpress.com</link>
	<description>Billy - Calysta - Ira</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Nov 2011 02:52:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='beecara.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ae70e5262d645120ab1d191c1923ebf1?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>BICARA</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://beecara.wordpress.com/osd.xml" title="BICARA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://beecara.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Shutter Speed</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com/2010/08/09/shutter-speed/</link>
		<comments>http://beecara.wordpress.com/2010/08/09/shutter-speed/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 05:07:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>billycheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHOTOGRAPHY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beecara.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Dalam fotografi Shutter speed berarti waktu yang dibutuhkan untuk membuka dan menutup kembali tirai (shutter) sehingga cahaya bisa diterima masuk oleh sensor (dalam dslr). Pada diagram 1 dan diagram 2 bisa dilihat jelas bagaimana proses tersebut berlangsung. Ketika kamera dalam posisi diam maka shutter akan menutupi semua bagian sensor dan posisi cermin ke arah bawah sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=227&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/shutterclose.jpg"><img class="size-full wp-image-228 alignleft" title="ShutterClose" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/shutterclose.jpg?w=300&#038;h=193" alt="" width="300" height="193" /></a>Dalam fotografi <em>Shutter speed</em> berarti waktu yang dibutuhkan untuk membuka dan menutup kembali tirai (<em>shutter</em>) sehingga cahaya bisa diterima masuk oleh sensor (dalam dslr). Pada diagram 1 dan diagram 2 bisa dilihat jelas bagaimana proses tersebut berlangsung. Ketika kamera dalam posisi diam maka shutter akan menutupi semua bagian sensor dan posisi cermin ke arah bawah sehingga mata bisa melihat object yang akan di rekam. Ketika tombol shutter ditekan, maka posisi cermin akan menutup ke atas dan bersamaan dengan itu shutter akan membuka dan membiarkan cahaya masuk ke sensor.<span id="more-227"></span><br />
<a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/shutteropen.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-229" title="ShutterOpen" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/shutteropen.jpg?w=300&#038;h=193" alt="" width="300" height="193" /></a></p>
<p>Pergerakan cermin dan shutter itulah yang mengeluarkan suara “klik“ pada saat tombol shutter ditekan. Waktu yang dibutuhkan untuk menutup kembali shutter itulah yang dinamakan shutter speed.</p>
<p>Masalahnya sekarang adalah berapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk membuka dan menutup kembali shutter tersebut? Jawabannya adalah tergantung kepada keadaan cahaya yang ada, kondisi lensa dan kamera itu sendiri, juga kreatifitas/keinginan si fotografer sendiri. Lebih jauh tentang masalah ini akan dibahas pada bagian <strong><em>exposure</em></strong>.</p>
<p>Satuan waktu pada kecepatan Shutter kamera berada dalam rentang detik dan 1/sekian detik. Biasanya diset dalam interval “1 stop“, sama halnya dengan aperture, setiap penambahan 1 stop berarti jumlah cahaya yang masuk menjadi 2 kalinya dan sebaliknya setiap pengurangan 1 stop berarti jumlah cahaya yang masuk menjadi ½ kalinya. Range intervalnya adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>&#8230;1/1000, 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30, 1/15, 1/8, 1/4, 1/2 ,1, 2, 4, 8, 15, 30&#8230;.</strong></p>
<p>Semakin ke kiri berarti semakin cepat kecepatan shutternya dan semakin sedikit cahaya yang bisa masuk, sebaliknya semakin ke kanan, berarti semakin lambat kecepatan shutternya dan semakin banyak cahaya yang bisa ditampung. 1/1000 berarti satu per seribu detik, mungkin lebih cepat dari kedipan mata.</p>
<p><strong>Efek kecepatan terhadap foto</strong></p>
<p>Shutter speed yang cepat bisa menangkap object yang sedang bergerak seakan berhenti (<em>freeze</em>) dan shutter speed yang rendah akan mengakibatkan object yang sedang bergerak terlihat bergerak (<em>blur/motion</em>). Ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk menangkap object dengan shutter speed rendah, tapi hal itu akan dibahas pada bagian lain. Di sini kita hanya akan membahas efek pada umumnya saja.</p>
<p><strong>Shutter dengan kecepatan tinggi</strong></p>
<p>Untuk aktifitas manusia biasa kecepatan 1/125 sudah cukup untuk membuat aktifitas tampak diam. Untuk aktifitas olahraga membutuhkan kecepatan yang lebih cepat dari itu, balap mobil, perlu lebih cepat lagi. Pendek kata kecepatan aktifitas yang cepat perlu di set shutter yang lebih cepat lagi untuk membekukan aktifitas tersebut.</p>
<p><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/800.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-230" title="800" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/800.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Gambar 3, memberikan contoh bagaimana seorang anak yang sedang berlari tampak seakan melayang karena saat momen itu terjadi kamera merekam dengan kecepatan yang lebih cepat daripada gerakan si anak. Foto tersebut diambil dengan kecepatan 1/800 detik.</p>
<p><strong>Shutter dengan kecepan rendah</strong></p>
<p>Ketika shutter speed diset pada kecepatan rendah, maka efek gerak pada setiap aktifitas yang direkan akan terlihat seperti bayangan blur.</p>
<p><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/1-5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-231" title="1.5" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/1-5.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a>Foto 4, <a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCzX2AoKCoQAAF1oJBo1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a>diambil pada kecepatan sekitar 1 detik, memperlihatkan air yang mengalir pada air terjun. Efek shutter lambat ini akan memperlihatkan aliran air yang seperti kapas, indah untuk dilihat karena memberikan mood yang berbeda dibanding dengan foto air yang direkam dengan kecepatan tinggi. <a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a><a href="http://erizaldi.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCvv3woKCoQAAFZBd@A1"></a></p>
<p>Pada kecepatan yang lebih lambat lagi, efek yang dihasilkan bisa lebih mengasikan lagi, karena selama shutter terbuka maka akan merekam gambar yang masuk ke sensor, dan karena gambar yang masuk tersebut tidak utuh maka akan merupakan bayangan-bayangan saja.</p>
<p><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/60sec.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-232" title="60sec" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/60sec.jpg?w=208&#038;h=300" alt="" width="208" height="300" /></a>Gambar 5, diambil pada kecepatan 30 detik, m</p>
<p>emperlihatkan contoh efek tersebut.</p>
<p><strong>Perlukah Tripod pada kecepatan rendah?</strong></p>
<p>Rule of thumb dari para fotografer bahwa penggunaan kamera dengan hanya menggunakan tangan (<em>handheld</em>) maksimal pada kecepatan 1/60. Kecepatan dibawah itu akan sangat riskan mengakibatkan kamera bergoyang dan menimbulkan blur pada gambar. Perlu dibedakan antara blur pada slow effect dengan blur akibat kamera bergoyang. Pada slow effect masih terdapat bagian tajam pada object statis sedangkan pada kamera yang goyang semua bagian akan menjadi blur dan tidak jelas. Bagi saya pribadi 1/125 adalah angka yang paling aman untuk mengambil foto tanpa bantuan tripod atau alat bantu lainnya. Gambar 7, memperlihatkan contoh gambar blur akibat kamera bergoyang dan gambar yang tidak.</p>
<p><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/dscf0301.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-233" title="DSCF0301" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/dscf0301.jpg?w=196&#038;h=300" alt="" width="196" height="300" /></a></p>
<p>Beberapa pendapat mengatakan bahwa kecepatan yang aman akan tergantung juga pada Focal length yang digunakan. Sebagai contoh jika focal length yang digunakan 500 mm maka kecepatan amannya adalah 1/500. Jika focal length 100 mm maka kecepatan amannya adalah 1/100, begitu seterusnya. Penggunaan tripod atau setidaknya monopod akan membantu kita mendapatkan gambar yang tajam atau istilah kerennya tact sharp.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beecara.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beecara.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beecara.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beecara.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beecara.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beecara.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beecara.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beecara.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beecara.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beecara.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beecara.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beecara.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beecara.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beecara.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=227&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beecara.wordpress.com/2010/08/09/shutter-speed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">billycheung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/shutterclose.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ShutterClose</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/shutteropen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ShutterOpen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/800.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">800</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/1-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1.5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/60sec.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">60sec</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/08/dscf0301.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0301</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa itu APERTURE ?</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com/2010/04/17/apa-itu-aperture/</link>
		<comments>http://beecara.wordpress.com/2010/04/17/apa-itu-aperture/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 07:50:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>billycheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHOTOGRAPHY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beecara.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Pada fotografi, aperture adalah lubang yang terdapat dalam lensa yang berfungsi untuk mengalirkan cahaya yang terproyeksikan ke sebuah benda masuk ke sensor pada kamera digital atau film pada kamera analog. Pada lensa, lubang ini di hasilkan dari beberapa material tipis yang membetuk lingkaran yang sering di kenal dengan sebutan diafragma (lihat gb. 1). Besar-kecilnya lubang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=217&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0507-copy1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-218" title="DSCF0507 copy1" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0507-copy1.jpg?w=266&#038;h=300" alt="" width="266" height="300" /></a>Pada fotografi, aperture adalah lubang yang terdapat dalam lensa yang berfungsi untuk mengalirkan cahaya yang terproyeksikan ke sebuah benda masuk ke sensor pada kamera digital atau film pada kamera analog. Pada lensa, lubang ini di hasilkan dari beberapa material tipis yang membetuk lingkaran yang sering di kenal dengan sebutan diafragma (lihat gb. 1). Besar-kecilnya lubang inilah yang kemudian dijadikan sebuah ukuran baku yang dinamakan f-stop.</p>
<p>Gambar 1. Diafragma</p>
<p><span id="more-217"></span></p>
<p>Ukuran baku f-stop adalah sebagai berikut:</p>
<p>f/64, f/32, f/22, f/16, f/11, f/8.0, f/5.6, f/4.0, f/2.8, f/2.0, f/1.8, /f1.4</p>
<p>Ukuran tersebut adalah range f-stop yang ada di pasaran. Setiap lensa tentunya akan mempunya range yang berbeda-beda yang akan disesuaikan oleh factor lainnya dan akan sangat mempengaruhi harga lensa itu sendiri.</p>
<p>f pada f-stop adalah kependekan dari kata <em>fraction</em>, atau dalam bahasa kita “satu per…”. Pada ukuran f/64, itu berarti lubang yang dibentuk oleh diafragma 1/64 satuan dan pada f/1.4 berarti 1/1.4 satuan. Artinya semakin kecil angka f-stop, berarti semakin besar lubang pada lensa tersebut dan sebaliknya semakin besar angka f-stop berarti semakin kecil lubang pada lensa tersebut. Lihat gambar 2 dan gambar 3.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0505-copy.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-219" title="DSCF0505-copy" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0505-copy.jpg?w=300&#038;h=132" alt="" width="300" height="132" /></a>Gambar 2. Posisi bukaan diafragma pada f-4</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0505-copy22.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-220" title="DSCF0505-copy22" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0505-copy22.jpg?w=300&#038;h=132" alt="" width="300" height="132" /></a><span style="font-family:'trebuchet ms';font-size:x-small;">Gambar 3. Posisi bukaan diafragma pada f-22</span></p>
<p>Semakin lebar bukaan yang dibentuk oleh diafragma berarti semakin banyak cahaya yang bisa masuk dalam satu satuan waktu. Satuan waktu ini berhubungan dengan kecepatan kamera (<em>shutter speed</em>) yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya. Oleh sebab itu lensa yang mempunyai kemampuan bukaan diafragma yang besar sering dikategorikan sebagai lensa cepat. Sebaliknya semakin kecil bukaan lensa berarti semakin sedikit cahaya yang bisa masuk per satu satuan waktu.</p>
<p>Pada ukuran baku di atas setiap pergantian angka ke angka di depannya, sebagi contoh dari f/22 ke f/16, berarti ada penambahan cahaya yang masuk sebesar 1 stop atau cahaya yang masuk menjadi 2 kali dari jumlah cahaya awal. Sebaliknya pada pergantian angka dibelakangnya seperti dari f/4.0 ke f/5.6 berarti ada pengurangan cahaya yang masuk sebesar 1 stop atau cahaya yang masuk menjadi ½ dari jumlah cahaya awal.</p>
<p><strong>Hukum intensitas cahaya</strong></p>
<p>Mari kita ambil sebuah contoh, di saat kita menset sebuah lampu flash pada jarak katakanlah ½ m, katakanlah kita tidak menggunakan flash meter sehingga tidak bisa mendapatkan ukuran yang pas. Jepretan pertama foto yang di ambil <em>over expose,</em> lalu berdasarkan analisa foto, cahayanya kelebihan 2 kalinya. Kita ambil keputusan untuk memundurkan lampu agar intesitas cahaya lampu tersebut menjadi ½ nya. Lalu kita mundurkan lampu tersebut menjadi 1 m, ketika di jepret maka fotonya kok menjadi <em>under exposure</em>. Padahal asumsi kita dengan memundurkan lampu dari jarak ½ m ke 1 m, kita sudah menurunkan intensitas cahaya 2 kalinya. Benarkah?</p>
<p>Cahaya mempunyai kekompleksan tersendiri dalam proses perambatannya, namun para ahli telah menemukan semuah formula yang sampai saat ini masih valid untuk digunakan. Formula tentang intensitas cahaya adalah  bahwa intensitas cahaya akan berlipat atau menjadi setengahnya berdasarkan jarak yang dikalikan dengan akar 2. kalau hasil dari akar 2 dibulatkan sekitar 1.4142, maka untuk mendapatkan ½ jarak dari ½ m, maka jarak yang dibutuhkan untuk mendapat cahaya yang tepat adalah ½ x 1,4142 = 0,7 m. Jadi bukan ½ x 2 = 1 m .</p>
<p>Penambahan atau pengurangan angka pada f-stop menggunakan formula intensitas cahaya tersebut: Perhatikan table 1 berikut:</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/tabel-fstop.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-221" title="tabel-Fstop" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/tabel-fstop.jpg?w=300&#038;h=183" alt="" width="300" height="183" /></a>Tabel 1. Perhitungan f-stop berdasarkan hukum intensitas cahaya</p>
<p>Bagaimana dengan maksimal aperture pada zoom lens?</p>
<p>Kalau kita perhatikan pada kebanyakan lensa zoom pada kelas entry level selalu tertulis range zoom dan range aperture. Contoh pada gambar 4 berikut: lensa 14-45mm, 3.5 – 5.6, apakah artinya?</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0513-copy.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-222" title="DSCF0513 copy" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0513-copy.jpg?w=229&#038;h=300" alt="" width="229" height="300" /></a></p>
<p>Tulisan tersebut berarti maksimal bukaan diafragma pada focal length 14mm adalah f/3.5 dan ketika zoom-nya diputar menjadi lebih besar dg focal length 45mm, maka maksimal bukaan diafragmanya menjadi 5.6. lebih jauh tentang focal length akan di jelaskan secara terpisah. Dengan kondisi yang demikian maka dibutuhkan kehati-hatian ketika kita memotret dalam mode manual (M), karena pergerakan focal length akan mengakibatkan perubahan f-stop lensa. Jika metering dilakukan pada focal length 14 mm maka ketika zoom diputar ke arah focal length 45 mm dan metering tidak dirubah maka foto akan menjadi<em>under expose</em>. begitu juga sebaliknya akan mengakibatkan terjadi <em>over expose</em>.</p>
<p>Lalu mengapa f/3.5 tidak ada dalam table f-stop standard?</p>
<p>Saat ini pada setiap kamera telah dilengkapi dengan interval f-stop 1/3 atau 1/2 stop. Pada f-stop standar, intervalnya adalah 1-stop. Berapapun interval tersebut, pemahaman f-stop ini sangat dibutuhkan untuk memotret secara manual, saya pribadi lebih cenderung menggunakan interval 1-stop karena lebih memudahkan untuk mengkalkulasinya. Penentuan f-stop selain berhubungan dengan setting <em>shutter speed</em> juga sangat menentukan depth of field (DOF) yang akan dijelaskan pada bagian tersendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beecara.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beecara.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beecara.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beecara.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beecara.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beecara.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beecara.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beecara.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beecara.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beecara.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beecara.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beecara.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beecara.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beecara.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=217&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beecara.wordpress.com/2010/04/17/apa-itu-aperture/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">billycheung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0507-copy1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0507 copy1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0505-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0505-copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0505-copy22.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0505-copy22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/tabel-fstop.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-Fstop</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0513-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0513 copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komposisi dalam fotografi</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com/2010/04/11/komposisi-dalam-fotografi/</link>
		<comments>http://beecara.wordpress.com/2010/04/11/komposisi-dalam-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 09:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>billycheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHOTOGRAPHY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beecara.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Menurut kamus bahasa, komposisi (composition) berarti sebuah proses penggabungan beberapa elemen menjadi satu kesatuan yang utuh. Dalam fotografi komposisi merupakan sebuah proses yang sangat vital karena dari komposisi itulah sebuah foto bisa becerita, dari komposisi pula sebuah foto terlihat indah dan enak dipandang untuk dinikmati. Berbeda dengan seni lukis yang memulai komposisi dari bidang kosong, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=190&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut kamus bahasa, komposisi (<em>composition</em>) berarti sebuah proses penggabungan beberapa elemen menjadi satu kesatuan yang utuh. Dalam fotografi komposisi merupakan sebuah proses yang sangat vital karena dari komposisi itulah sebuah foto bisa becerita, dari komposisi pula sebuah foto terlihat indah dan enak dipandang untuk dinikmati. Berbeda dengan seni lukis yang memulai komposisi dari bidang kosong, kemudian menambahkan elemen-elemen yang dirasa perlu agar pesan lukisannya bisa sampai ketika dilihat orang lain. Komposisi dalam fotografi dimulai dari bidang yang penuh, kemudian satu-persatu elemen yang tidak perlu disingkirkan untuk mencapai tujuan yang sama.</p>
<p>Komposisi sangat berkaitan dengan estetika, untuk itu tidak ada peraturan yang mengikatnya, kalaupun ada hanyalah sebatas panduan yang boleh diikuti dan boleh juga tidak dikuti. Untuk itu ada istilah <em>following the rule</em> dan <em>breaking the rule</em>. Tetapi bagaimanapun panduan-panduan dalam menentukan komposisi ini sudah melalui proses studi yang cukup panjang sehingga sangat sesuai dengan indera penglihatan manusia dalam menikmati karya visual ini. Untuk itu tidak ada salahnya panduan ini dipelajari dan dikuasai betul, setelah itu baru putuskan apakah akan mengikutinya atau tidak karena esensi dunia seni sangat tidak terbatas. Sebagai bahan masukan juga, setiap lomba foto formal selalu mendasarkan salah satu penilaiannya pada panduan komposisi ini.<span id="more-190"></span></p>
<p><strong>Buatlah simple (<em>Simplicity</em>)</strong></p>
<p>Pada forum-forum kritik foto, sering kita dengar komentar-komentar seperti ini: “simple tapi menarik…”, atau “backgroundnya terlalu ramai sehingga POI kurang menonjol…” dan lain-lain. Tujuan komposisi ini adalah memberikan penonjolan pada object utama foto (<em>point of interest – POI</em>)agar langsung terlihat secara utuh tanpa gangguan elemen-elemen lain yang tidak diperlukan. Karena itu saat melihat sebuah object yang hendak difoto, pastikan benar bahwa elemen-elemen yang masuk kedalam frame kamera adalah elemen-elemen yang benar-bener diperlukan. Cobalah zoom lebih dekat atau cari sudut pandang lain jikalau hal itu terjadi.</p>
<p>Perhatikan contoh berikut :</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er301127.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-191" title="ER301127" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er301127.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Gambar 1</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er301127c.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-192" title="ER301127C" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er301127c.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a>Gambar 2</p>
<p>Perhatikan gambar 1, object utama tidak terlalu menonol karena penglihatan akan terbagi ke beberapa aspek lainnya yang sama menonjol atau kurang menonjol tapi punya implikasi untuk mengalihkan perhatian. Struktur kayau dermaga yang kompleks bisa menyaingi object utama karena porsi dan intensitas cahayanya seimbang dengannya. Orang-orang yang terlihat di background juga punya andil yang cukup besar untuk mengalihkan perhatian karena orang akan merasa penasaran dengan aktivitas yang sedang dilakukannya.</p>
<p>Perhatikan gambar 2. Seluruh tumpuan penglihatan hanya tertuju kepada object utama karena tidak ada bagian lain yang akan menarik perhatian yang melihatnya. Semua elemen yang berpotensi mengganggu sudah dihilangkan. Contoh ini menunjukan bahwa zooming atau memfokuskan ke frame hanya ke object utama akan menghasilkan gambar yang simple tapi tepat sasaran.</p>
<p style="text-align:center;">Gambar 3</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er3013481.jpg"><img class="size-full wp-image-196 aligncenter" title="ER301348" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er3013481.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 4</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er3013571.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-195" title="ER301357" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er3013571.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pada gambar 3, object utama duduk di dermaga dengan background kapal-kapal yang sedang bersandar. Background dibutuhkan untuk memberikan cerita dan suasana di dermaga. Masalahnya adalah background terlalu ramai sehingga perhatian akan terpecahkan dan object utamanya sendiri menjadi agak kurang menonjol.</p>
<p>Gambar 4, memperbaiki kondisi tersebut tanpa menghilangkan suasana dermaganya, porsi kapal hanya diberi sedikit sehingga object utama menjadi lebih menonjol. Contoh ini memperlihatkan bahwa hanya dengan menggeser sudut pengambilan gambar, simplicity bisa didapatkan.</p>
<p><strong>Hindari penumpukan object (<em>merger</em></strong>)</p>
<p>Penumpukan object akan sangat mengganggu object utama (POI) karena bisa merusak keindahannya dan mengurangi rasa nikmat dalam melihatnya. Perhatikan contoh berikut :</p>
<p style="text-align:center;">Gambar 5</p>
<p><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0808.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-197" title="DSCF0808" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0808.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 6</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0819.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-198" title="DSCF0819" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0819.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Perhatikan gambar 5, posisi kamera tepat sejajar dengan kepala object utama bahkan terkesan menyatu dengan bagian rambut karena tidak ada pemisah. Kondisi ini adalah salah satu yang bisa dikategorikan sebagai penumpukan. Model yang harusnya terlihat cantik akan terganggu oleh keberadaan elemen kamera yang tidak pada tempatnya.</p>
<p>Gambar 6, diambil dari sudut tembak yang lain dan memperbaiki kondisi yang ada. Bisa dilihat gambar 6 terlihat lebih menarik dibandingkan dengan gambar 5.</p>
<p><strong>Rule of Third</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Panduan komposisi rule of third mungkin yang paling populer dan paling sering diterapkan. Pada prinsipnya panduan ini adalah menempatkan object utama tidak pada tengah frame tetapi pada salah satu dari 1/3 bagian sisi pojok foto, lihat grafik berikut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/rule-of-third.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-199" title="Rule-of-third" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/rule-of-third.gif?w=300&#038;h=226" alt="" width="300" height="226" /></a>Gambar 7 Skema Rules of Third</p>
<p style="text-align:left;">Menempatkan object utama di tengah frame akan menghasilkan foto yang kurang dinamis dan terkesan snapshot. Menempatkan object utama pada prinsip rule of third akan memberikan efek yang lebih dinamis. Dan berdasarkan penelitian, mata kita memang lebih terasa nyaman pada posisi tersebut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0701.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-200" title="DSCF0701" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0701.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Gambar 8</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0707.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-201" title="DSCF0707" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0707.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a>Gambar 9</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf1222.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-202" title="DSCF1222" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf1222.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>Gambar 10</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er308752.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-203" title="ER308752" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er308752.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a>Gambar 11</p>
<p>Perhatikan gambar 8, pada gambar ini object utama tepat berada di tengah frame, foto seperti ini biasanya dihasilkan dari para pemula yang melakukan snap shot. Begitu melihat object, langsung ditempatkan pada tengah frame mengikuti titik focus tengah lalu jepret tanpa berfikir untuk melakukan rekomposisi atau menggunakan bagian titik focus sisi yang lain (pada kamera-kamera terbaru). Hasilnya dikenal dengan sebutan dead center. Foto seperti ini terlihat tidak dinamis.</p>
<p>Gambar 9, 10 dan 11 memperlihatkan contoh komposisi yang sesuai dengan rule of third. Penempatan object utama dan object lain diposisikan pada setiap titik persilangan garis.  Pada gambar 9, si anak diposisikan pada titik kanan bawah dan sepeda diposisikan pada kiri bawah. Foto ini menjadi lebih dinamis dan enak untuk dilihat karena posisinya tersebut. Gambar 10, mempelihatkan nelayan di atas rakit yang diposisikan pada titik kiri atas dan gambar 11, memperlihatkan bayi yang menangis  yang menjadi object utama foto ini dan diposisikan pada titik kiri atas.</p>
<p>Mengikuti rule of third sangatlah mudah, cukup membayangkan empat titik tersebut saat membidik lalu putuskan pada titik mana object utama akan ditempatkan.</p>
<p><strong>Golden Mean</strong></p>
<p>Golden mean juga dikenal dengan golden section adalah sebuah panduan komposisi yang didasarkan pada perhitungan matematika yang unik.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/gldratio.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-204" title="gldratio" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/gldratio.gif?w=201&#038;h=79" alt="" width="201" height="79" /></a>Gambar 12 Formula Golden Section</p>
<p style="text-align:left;">Panduan komposisi ini pertama kali didokumentasikan oleh seniman yunani kuno dan sampai saat ini masih digunakan meskipun popularitasnya agak tertutupi oleh panduan komposisi rule of third. Prinsipnya panduan kompoisi ini hamper sama dengan rule of third namun titik interesnya lebih sempit sekitar 5% kearah tengah. Perhatikan gambar berikut:</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/gdsvrth.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-205" title="gdsvrth" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/gdsvrth.gif?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>Gambar 13. Rule of third vs Golden Mean</p>
<p style="text-align:left;">Pada teorinya golden mean ini bisa digunakan pada semua scene foto, tapi pada prakteknya lebih mudah diaplikasikan pada foto portrait formal/klasik. Pada scene lain lebih mudah menggunakan komposisi rule of third.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/erwinrizaldi-malahayati.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-206" title="ErwinRizaldi-Malahayati" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/erwinrizaldi-malahayati.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Gambar 14. Golden Mean vs Rule of third</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/rizqi5l-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-207" title="Rizqi5L-1" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/rizqi5l-1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Gambar 15. Golden Mean</p>
<p>Perhatikan gambar 14, garis kuning yang berada disebelah luar adalah panduan komposisi rule of third dan garis putih yang berada dibagian dalam adalah panduan komposisi golden mean. Golden mean sangat cocok untuk portrait wajah karena point of interestnya ada pada bagian mata dan sangat sesuai dengan besaran rasionya. Perhatikan juga gambar 15 untuk contoh lainnya.</p>
<p><strong>Balance</strong></p>
<p>Dalam fotografi balance berarti mengisi frame dengan porsi yang kurang lebih seimbang, bisa oleh elemen object, warna ataupun contrast.  Sebuah foto dengan komposisi yang balance akan terasa saat kali pertama dilihat begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Perhatikan contoh berikut;</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf5465-1b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-208" title="DSCF5465-1B" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf5465-1b.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Gambar 16</p>
<p style="text-align:left;">Pada gambar 16, satu bagian terisi oleh elemen object yaitu seorang wanita cantik, meskipun pandangan menyapu kearah kiri sehingga kesan dinamis terlihat, foto ini tetap timpang, tidak balance. Bagian kosong dalam frame ini telalu lebar sehingga terasa ada sesuatu yang kurang ketika melihatnya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf5465-1bw.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-209" title="DSCF5465-1BW" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf5465-1bw.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Gambar 17</p>
<p style="text-align:left;">Pada gambar 16, kekosongan ruang yang mengakibatkan foto terasa tidak seimbang diperbaiki dengan hanya menambah satu elemen kecil saja yaitu sebuah lilin yang menyala.  Jadi balance tidak perlu elemen yang sama besar, yang terpenting adalah jangan sampai membiarkan ada kekosongan yang terlalu besar dalam frame foto tersebut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf1117.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-210" title="DSCF1117" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf1117.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Gambar 18</p>
<p>Pose juga bisa menjadikan sebuah komposisi menjadi balance atau tidak balance. Gambar 18 adalah contoh pose yang memberikan kesan balance pada foto. Shape/bentuk pose yang membentuk segitigalah (triangle shape) yang menjadikan kesan balance tersebut. Banyak contoh-contoh lain dan Kasus yang lain yang bisa dijadikan contoh, namun karena keterbatasan resource tampaknya contoh diatas bisa dijadikan panduan tentang bagaimana sebuah komposisi yang balance. Sekali lagi yang terpenting adalah jangan sampai ada kekosongan yang terlalu luas dalam sebuah frame.</p>
<p><strong>Framing</strong></p>
<p>Dalam komposisi, framing adalah memberikan elemen-elemen tertentu diantara object utama sehinga membuat kesan object utama tersebut berada dalam sebuah bingkai/frame. Frame tersebut bisa berbentuk apa saja, bisa dedaunan, bisa bidang gelap, bisa jendela ruma, kaca pecah dan lain-lain yang tidak terbatas jumlahnya. Diperlukan pemikiran kreatif memang untuk mendapatkan komposisi framing yang menawan. Perhatikan contoh berikut:</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/erizaldi15970.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-211" title="erizaldi15970" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/erizaldi15970.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>Gambar 19</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er301197.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-212" title="ER301197" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er301197.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Gambar 20</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0382.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-213" title="DSCF0382" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0382.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>Gambar 21</p>
<p>Gambar 19, 20 dan 21 adalah contoh komposisi dengan menggunakan framing. Sekali lagi contohnya sangat luas, yang saya coba tampilkan di sini adalah contoh-contoh yang saya miliki saja. Pada gambar 20, meskipun daunnya tidak begitu banyak, tetap saja kesan yang diberikan seakan object utamanya berada dalan frame daun tersebut. Gambar 21, object utama berada dalam bingkai yang berupa cermin. Banyak hal bisa menarik kalau kita cermat menjadi sesuatu sebagai frame dan kabar baiknya adalah modal yang dibutuhkan hanyalah kreatifitas.</p>
<p><strong>Line &amp; Curve</strong></p>
<p>Komposisi ini berdasarkan pada garis dan curve yang membentuk arah penglihatan menuju object utama. Secara tidak sadar mata kita selalu mengikuti arah garis jika melihat sebuah foto yang memang ada garisnya, untuk itu sebagai fotografer kita dituntut untuk bisa memanfaatkan garis ini semaksimal mungkin untuk menggiring mata yang melihat foto yang kita ciptakan ke object utama. Garis bisa berupa apa saja, bisa jalan, sungai, pagar, tali atau bahkan bayangan. Garis adalah hal yang setiap hari bisa kita temui di mana saja, ia bisa menggabungan beberapa elemen menjadi satu kesatuan atau bisa memisahkannya menjadi bagian-bagian yang berdiri sendiri.</p>
<p>Komposisi line &amp; curve bisa berupa komposisi diagonal, vertical, horizontal dan kurva atau garis lengkung yang masing-masing bisa membentuk mood tersendiri. Vertical biasa digunakan untuk kesan kuat yang diterapkan pada cityscape. Horizontal bisa memberikan mood kedamaian, biasanya diterapkan pada landscape, diagonal memberikan mood pergerakan dan kurva memberikan mood elegan seperti yang sering diterapkan pada portrait wanita dengan menggunakan S-curve. Perhatikan contoh-contoh berikut:</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/riri.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-214" title="Riri" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/riri.jpg?w=300&#038;h=139" alt="" width="300" height="139" /></a>Gambar 22</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf1810.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-215" title="DSCF1810" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf1810.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Gambar 23</p>
<p style="text-align:center;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beecara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beecara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beecara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beecara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beecara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beecara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beecara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beecara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beecara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beecara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beecara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beecara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beecara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beecara.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=190&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beecara.wordpress.com/2010/04/11/komposisi-dalam-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">billycheung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er301127.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ER301127</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er301127c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ER301127C</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er3013481.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ER301348</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er3013571.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ER301357</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0808.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0808</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0819.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0819</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/rule-of-third.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Rule-of-third</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0701.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0701</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0707.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0707</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf1222.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF1222</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er308752.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ER308752</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/gldratio.gif" medium="image">
			<media:title type="html">gldratio</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/gdsvrth.gif" medium="image">
			<media:title type="html">gdsvrth</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/erwinrizaldi-malahayati.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ErwinRizaldi-Malahayati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/rizqi5l-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi5L-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf5465-1b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF5465-1B</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf5465-1bw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF5465-1BW</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf1117.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF1117</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/erizaldi15970.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">erizaldi15970</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/er301197.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ER301197</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf0382.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0382</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/riri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Riri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/dscf1810.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF1810</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setting Dasar pada camera Digital</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com/2010/04/11/setting-dasar-pada-camera-digital/</link>
		<comments>http://beecara.wordpress.com/2010/04/11/setting-dasar-pada-camera-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 05:09:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>billycheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHOTOGRAPHY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beecara.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Percaya atau tidak,  banyak pemilik kamera digital yang masih belum memahami setting dasar dari kameranya, sehingga dalam memotret dia hanya mengandalkan mode Auto dan pasrah akan hasil akhir nantinya. Padahal kita tahu bahwa kamera punya banyak setting dan kesalahan setting akan membuat hasil foto bisa mengecewakan sehingga ada saja orang yang merasa ragu untuk mencoba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=186&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/canon-rebel-t1i-read-lcd.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-187" title="canon-rebel-t1i-read-lcd" src="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/canon-rebel-t1i-read-lcd.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>Percaya atau tidak,  banyak pemilik kamera digital yang masih belum memahami setting dasar dari kameranya, sehingga dalam memotret dia hanya mengandalkan mode Auto dan pasrah akan hasil akhir nantinya. Padahal kita tahu bahwa kamera punya banyak setting dan kesalahan setting akan membuat hasil foto bisa mengecewakan sehingga ada saja orang yang merasa ragu untuk mencoba berbagai setting yang ada di kameranya. Betul kalau mode Auto pada kamera masa kini sudah amat cerdas dalam membuat foto yang aman, tapi apakah anda tidak ingin menjajal berbagai setting yang ada di kamera anda? Setidaknya kita harus mengenali dan pernah mencoba seluruh setting dasar yang ada pada kamera yang kita miliki sehingga tahu apa yang harus dirubah saat berhadapan dengan situasi yang berbeda-beda.<span id="more-186"></span></p>
<p>Meski tampak sepele, tapi setting berikut ini bisa membantu anda menghasilkan foto yang lebih baik, bila diatur dengan benar. Untuk lebih jelasnya, baca juga buku manual kamera anda karena apa yang kami sampaikan berikut ini bersifat umum.</p>
<h3>Ukuran foto (resolusi sensor)</h3>
<p>Foto atau gambar format digital diukur dengan satuan piksel dan ini terkait dengan resolusi yang dimiliki sensor kamera, dimana resolusi sensor menandakan ukuran maksimal foto yang bisa dihasilkan (dinyatakan dalam mega piksel). Kamera masa kini telah mengalami peningkatan dalam jumlah piksel pada keping sensornya dan kita tahu kalau semakin tinggi resolusinya maka semakin detail foto yang dihasilkan.</p>
<p>Berapapun resolusi yang dimiliki oleh kamera digital, biasanya terdapat pilihan setting resolusi yaitu :</p>
<ul>
<li><strong>resolusi maksimum</strong> (<em>large</em>) : disini kamera akan menghasilkan foto dengan resolusi penuh dan otomatis file foto yang dihasilkan juga akan berukuran besar. Gunakan resolusi tertinggi ini bila anda memang sedang memotret sesuatu yang penting, kaya detail, berencana banyak melakukan <em>cropping</em>atau akan mencetak ukuran besar.</li>
<li><strong>resolusi menengah</strong> (<em>medium</em>) : kamera akan menghasilkan foto dengan ukuran menengah yang masih cukup detail namun ukuran filenya tidak terlalu besar. Setting ini cocok dipakai untuk memotret sehari-hari.</li>
<li><strong>resolusi kecil</strong> (<em>small</em>) : bila anda hanya perlu foto berukuran kecil untuk ditampilkan di web dan tidak berencana untuk dicetak ataupun melakukan <em>cropping</em>, resolusi kecil ini bisa saja dipakai.</li>
</ul>
<h3>Kualitas foto (kompresi JPEG)</h3>
<p>Banyak orang yang salah paham kalau kualitas foto itu ditentukan dari resolusinya. Padahal resolusi menyatakan detail foto sementara kualitas ditentukan dari tingkat kompresi JPEG yang bisa kita atur settingnya. Semakin tinggi kompresi JPEG maka kualitas foto akan makin rendah karena preses kompresi ini bersifat <em>lossy </em>alias menurunkan kualitas. Foto berkualitas rendah akan tampak adanya artifak atau kotak-kotak akibat proses kompresi yang tinggi, namun memiliki ukuran file yang rendah.</p>
<p>Setting kualitas yang umumnya dijumpai di kamera :</p>
<ul>
<li><strong>kualitas tertinggi</strong> (<em>super fine, best </em>atau<em> high quality</em>) : bila perlu foto berkualitas tinggi dan minim artifak, pilih setting dengan kompresi terendah ini, namun ukuran file akan sangat besar (sekitar 4-5 MB per foto).</li>
<li><strong>kualitas menengah</strong> <em>(fine, better </em>atau<em> medium quality</em>) : cocok untuk digunakan sehari-hari, masih aman dari artifak yang mengganggu namun file foto tidak terlalu besar.</li>
<li><strong>kualitas dasar </strong>(<em>normal, good </em>atau <em>basic quality</em>) : bisa dipilih kalau sedang kondisi darurat, misalnya kebetulan kartu memori yang ada kapasitasnya rendah, atau sisa ruang simpan di kartu memori tinggal sedikit. Di setting ini kompresi JPEG sangat tinggi sehingga sebuah file foto bisa berukuran kecil namun akan banyak mengalami efek kompresi seperti artifak yang bakal terlihat di hasil foto.</li>
</ul>
<h3>Sensitivitas sensor (ISO)</h3>
<p>ISO dalam fotografi digital menandakan seberapa sensitif sensor terhadap cahaya. Tiap kamera punya ISO dasar (atau ISO terendah) yang umumnya diantara ISO 80 hingga ISO 200. Di ISO terendah ini sensor memberikan hasil foto yang rendah noise sehingga umumnya kebanyakan orang membiarkan kameranya selalu memakai ISO rendah. Padahal adanya pilihan nilai ISO pada kamera disediakan tentu untuk kemudahan kita, dan kapan memakai ISO rendah dan kapan harus menaikkan ISO tentu perlu kita pahami.</p>
<ul>
<li><strong>ISO rendah</strong> (ISO 80 &#8211; 200) cocok untuk dipakai sehari-hari, selama cahaya sekitar cukup terang seperti saat memotret di siang hari.  ISO rendah juga bisa dipilih bila kita ingin fotonya terhindar dari noise atau saat sedang bermain <em>slow speed</em>.</li>
<li><strong>ISO menengah</strong> (ISO 400 &#8211; 800) bisa jadi nilai kompromi antara sensitivitas dan noise, dalam arti di ISO menengah ini kita mendapat sensor yang lebih sensitif namun dengan noise yang tidak terlalu tinggi. Gunakan ISO menengah bila cahaya sekitar sudah mulai redup, atau saat memakai ISO dasar ternyata<em> shutter speed </em>terlampau lambat dan berpotensi blur. Noise yang muncul akibat memakai ISO menengah ini masih bisa dikurangi memakai software komputer.</li>
<li><strong>ISO tinggi </strong>(ISO 1000 &#8211; 6400) adalah peningkatan ekstrim dari sensitivitas sensor yang akan membuat sensor sangat sensitif terhadap cahaya sekaligus membuat banyak noise pada foto. Gunakan ISO tinggi bila cahaya yang ada tidak mencukupi bagi kamera untuk mendapat eksposur yang tepat, atau bila kita ingin mendapatkan<em> shutter speed </em>yang tinggi. Pada kebanyakan kamera digital, ISO tinggi umumnya memberi hasil foto yang penuh noise dan kurang baik untuk dicetak.</li>
</ul>
<h3>Kompensasi Eksposur (Ev)</h3>
<p>Setting yang satu ini kadang dipahami banyak orang sebagai kendali terang gelap, meski yang lebih tepatnya adalah bagaimana kita memberikan instruksi pada kamera untuk merubah nilai nol eksposur. Setting Ev menjadi setting dasar kamera digital mulai dari kamera kelas pro hingga kamera ponsel, dan nyatanya setting ini sangat bermanfaat untuk mengatasi kendala terang gelap yang tidak sesuai keinginan kita. Nilai default Ev adalah 0 (nol) dimana kamera berupaya mencari nilai shutter dan aperture terbaik hasil pengukuran kondisi pencahayaan saat itu (metering). Pada nilai Ev 0 biasanya area terang (<em>highlight</em>) dan gelap (<em>shadow</em>) berada pada kondisi yang imbang, meski karakter tiap kamera bisa sedikit berbeda. Dalam kondisi tertentu, adakalanya metering kamera tidak memberikan hasil yang sesuai dengan keinginan kita, entah objeknya terlalu <em>over</em> atau terlalu <em>under</em>. Nah, bila sudah begitu kita bisa merubah nilai Ev ini ke arah :</p>
<ul>
<li><strong>Positif Ev</strong> (mulai dari +1/3 Ev hingga +3 Ev) dilakukan bila kita ingin membuat bagian yang gelap menjadi lebih terang, meski dengan resiko bagian terang jadi terbakar (<em>blown</em>). Biasanya di area yang kontrasnya tinggi seperti saat sinar matahari terik, atau ada sinar dari belakang objek (<em>backlight</em>), maka foto perlu dikompensasi ke arah positif.</li>
<li><strong>Negatif Ev</strong> (mulai dari -1/3 Ev hingga -3 Ev) dilakukan bila kita ingin mengurangi area yang terang jadi lebih gelap, seperti saat memotret sunset. Tanpa menurunkan Ev, foto sunset akan terlalu terang dan niscaya momen indah saat matahari terbenam itu tidak akan terekam dengan baik.</li>
</ul>
<h3>Mode lampu kilat (flash)</h3>
<p>Lampu kilat yang ada pada kamera tampaknya cukup sepele karena hanya berfungsi sebagai lampu tambahan. Namun adakalanya pemilik kamera masih sering mengabaikan setting flash saat memotret. Umumnya setting flash ini dibiarkan di posisi Auto dimana flash akan menyala hanya kalau suasana sudah cukup gelap. Padahal seringkali kita perlu flash di siang hari, dan bisa saja kita justru tidak boleh menyalakan flash di malam hari. Untuk itu inilah setting dasar lampu kilat kamera secara umum yang perlu dipahami :</p>
<ul>
<li><strong>Auto</strong> : menyala otomatis saat mulai gelap. Biasakan untuk tidak memakai mode flash Auto.</li>
<li><strong>Flash on</strong> : selalu menyala setiap memotret. Gunakan setting ini bila ingin memotret dengan lampu kilat seperti saat tidak ada sumber cahaya apapun selain dari lampu kamera, atau saat siang hari tapi objek yang akan difoto terhalang bayangan sehingga gelap. Flash di siang hari juga bisa dipakai untuk melawan <em>backlight</em>.</li>
<li><strong>Flash on plus red-eye</strong> : sama seperti di atas, namun lampu kilat akan menyala dua kali untuk mencegah mata merah. Ada saja orang yang memakai setting ini tanpa memahami mode ini untuk apa, sehingga dia memakai setting ini setiap kali memotret, siang atau malam. Padahal dengan dua kali lampu kilat menyala, potensi kehilangan momen cukup tinggi karena ada jeda saat memotret dan hingga saat gambar diambil. Lagi pula dengan seringnya lampu kilat menyala akan membuat baterai cepat habis.</li>
<li><strong>Flash off </strong>: kebalikan dengan flash on, setting flash off tentu mencegah lampu kilat menyala saat memotret. Pertama, gunakan setting ini saat cahaya sekitar sudah cukup banyak. Kedua, matikan flash saat kita perlu memotret dengan <em>available light</em> (sumber cahaya alami) seperti memotret lilin,<em>night shot </em>atau ruangan yang sangat luas. Ketiga, setting ini berguna saat penggunaan lampu kilat dilarang seperti saat konser di panggung pertunjukan atau di rumah ibadah. Keempat, jangan pakai lampu kilat bila hasil foto akan mengalami pantulan lampu seperti memotret dari balik jendela mobil, memotret ikan di akuarium dan memotret benda yang mengkilat.</li>
</ul>
<h3>White balance</h3>
<p>Terakhir, setting dasar yang kerap diabaikan adalah pengaturan karakter warna <em>white balance</em>. Alasan umum mengapa jarang ada yang suka mencoba bermain-main dengan setting ini adalah karena di posisi Auto WB, hasil foto sudah cukup aman dan warnanya jarang meleset. Hanya saja apakah kita akan pasrah pada mode Auto saat berhadapan dengan sumber cahaya putih yang berbeda-beda? Di alam ini sumber cahaya putih sangat banyak mulai dari matahari, lampu neon, lampu pijar hingga lampu kilat. Bila kamera salah dalam mengenali sumber cahaya yang ada, hasil foto akan jadi kebiruan atau kemerahan sehingga merusak mood dari sebuah foto. Bila pada kamera sudah tersedia preset WB untuk berbagai sumber cahaya tersebut, cobalah untuk memakai setting yang sesuai supaya karakter warnanya lebih tepat.</p>
<p>Itulah setting dasar kamera digital yang perlu dikenali, dipahami dan dicoba. Masih banyak setting lain yang tingkatnya lebih <em>advanced</em>, namun dengan mengoptimalkan setting dasar saja diharap kita sudah bisa menjaga hasil foto supaya tidak mengecewakan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beecara.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beecara.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beecara.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beecara.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beecara.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beecara.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beecara.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beecara.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beecara.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beecara.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beecara.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beecara.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beecara.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beecara.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=186&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beecara.wordpress.com/2010/04/11/setting-dasar-pada-camera-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">billycheung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2010/04/canon-rebel-t1i-read-lcd.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">canon-rebel-t1i-read-lcd</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Logo Starbuck</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com/2009/06/19/cara-membuat-logo-starbuck/</link>
		<comments>http://beecara.wordpress.com/2009/06/19/cara-membuat-logo-starbuck/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 06:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>billycheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHOTOGRAPHY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beecara.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Tutorial Coreldraw kali ini. Kita buat logo starbucks yang versi mudah, karena mungkin ada dua logo Starbuck, yang versi mudah adalah versi dimana Twin Tailed Sirennya tidak tampak seluruh badan, kalau kita buat yang versi Twin Tailed Siren bakalan panjang tutorial ini&#8230;.. (Hehe..)&#8230; Langkah-langkahnya : 1. Saya rasa bagian tersulit dari logo ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=180&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam <a href="http://www.ilmugrafis.com/">Tutorial Coreldraw</a> kali ini. Kita buat logo starbucks yang versi mudah,  karena mungkin ada dua <strong>logo Starbuck</strong>, yang versi mudah adalah versi dimana Twin Tailed Sirennya tidak tampak seluruh badan, kalau kita buat yang versi Twin Tailed Siren bakalan panjang <a href="http://www.ilmugrafis.com/">tutorial</a> ini&#8230;.. (Hehe..)&#8230;<span id="more-180"></span></p>
<p>Langkah-langkahnya :</p>
<p>1. Saya rasa bagian tersulit dari logo ini adalah dibagian tengah logo, jadi kita mulai dari tengah-tengah logo tersebut, buatlah satu garis tegak lurus, ini akan menjadi sumbu tengah kita nanti, karena bagian tengah dari logo starbucks itu sangat simetris jadi memudahkan kita untuk membuatnya. Setelah membuat sumbu tadi, lalu buatlah object seperti gambar dibawah ini.<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002.jpg" border="1" alt="" width="256" height="327" /></p>
<p>2. Sleksi kedua object diatas, (kecuali garis sumbu kita) setelah terseleksi lalu Combine (Ctrl+L), lalu buat object persegi untuk memotong bagian yang tidak diperlukan, letakkan seperti gambar dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0000.jpg" border="1" alt="" width="364" height="435" /><br />
Lalu potong dengan Trim Tool(klik object pemotong&gt;tekan Shift+klik object yg akan dipotong&gt;klik Trim) maka jadilah bentuk dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0001.jpg" border="1" alt="" width="167" height="298" /></p>
<p>3. Lalu kita buat buntut dari Twin Tailed Siren,  gunakan Bezier Tool untuk membuat bidang seperti dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0002.jpg" border="1" alt="" width="361" height="344" /><br />
Entah bentuk apa itu(asal aja udah&#8230; wkwkwk), seleksi kedua object tersebut(object pertama dan kedua) lalu Weld-kan, gunakan Shape tool untuk meng-edit object tadi hingga menjadi seperti gambar dibawah ini.<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0003.jpg" border="1" alt="" width="224" height="402" /><br />
Ok.. Tailnya udah hampir jadi, sekalian kita  jadikan(walah bahasanya maksa banget&#8230;)</p>
<p>4. Lalu buat lagi object seperti gambar yang  ber-Outline merah dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0004.jpg" border="1" alt="" width="285" height="264" /><br />
Lalu copy object tersebut, letakkan dan  sesuaikan ukurannya seperti gambar dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0005.jpg" border="1" alt="" width="283" height="415" /><br />
Setelah itu seleksi semua object yang ber-Outline Merah Weld-kan lalu tekan Shift+Klik Object Outline Hitam jika langkah kita benar, maka akan terbentuk object seperti gambar dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0006.jpg" border="1" alt="" width="285" height="530" /><br />
Memang trlihat acak-acakan tapi itu tidak penting, masalahnya nanti ada beberapa bagian yang hilang setelah semua jadi ( <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ), Tailnya sudah jadi, kita tinggal membuat bagian- bagian lainnya.</p>
<p>5. Buat lagi bidang dengan menggunakan  Bezier Tool seperti gambar dibawah yang  terseleksi ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0007.jpg" border="1" alt="" width="240" height="450" /><br />
Setelah itu edit dengan Shape Tool sampai  menjadi seperti gambar dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0008.jpg" border="1" alt="" width="262" height="358" /><br />
Weld-kan dengan object pertama tadi</p>
<p>6. Wajah sekarang, buat lagi bidang dengan bezier  tool dan edit menggunakan Shape Tool sampai menjadi seperti ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0009.jpg" border="1" alt="" width="300" height="477" /><br />
lalu buat lagi beberapa bidang seperti dibawah  ini untuk membuat mata, hidung dan mulut Siren(tanpa sungkar..jiahaa&#8230;)<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0010.jpg" border="1" alt="" width="331" height="360" /><br />
Lalu seleksi semua tiga object baru tersebut,  Weld-kan, setelah itu tekan Shift dan klik wajah lalu Trim-kan<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0011.jpg" border="1" alt="" width="328" height="334" /><br />
Hasil Trim tadi seperti gambar diatas&#8230;</p>
<p>7. Bagian wajah, badan dan ekor sudah jadi, sekarang mari kita membuat rambutnya, buat bidang dengan Bezier Tool lalu Edit dengan Shape Tool sampai membentuk object seperti dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0012.jpg" border="1" alt="" width="461" height="362" /><br />
Lalu Copy dua kali object yang baru saja kita  buat ke kiri dan sesuaikan ukurannya sampai seperti gambar dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0013.jpg" border="1" alt="" width="263" height="368" /><br />
Potong sedikit pada rambut paling kiri seperti  yang saya warnai merah dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0014.jpg" border="1" alt="" width="272" height="535" /><br />
Seleksi semua object yang ada lalu Weld-kan, tambahkan tangan seperi gambar dibawah ini(catatan : Warna merah pada gambar diatas hanya sebagai pembantu saya menjelaskan)<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0015.jpg" border="1" alt="" width="275" height="280" /><br />
Semua bagian sudah selesai, hanya kurang mahkota  saja.</p>
<p>8. Kita buat bidang lagi sebagai mahkota, masih seperti tadi, Bezier Tool yang akhirnya harus diakhiri dengan Shape Tool(hehee..) seperti gambar dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0016.jpg" border="1" alt="" width="414" height="332" /><br />
Masalah bintang diatas mahkota, itu urusan  mudah, dalam Corel sudah ada jadi kita tinggal menggunakan Tool saja<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0017.jpg" border="1" alt="" width="200" height="97" /><br />
letakkan persis diatas mahkota, ukurannya sesuaikan, lalu potong setengah bintang tersebut, seleksi semua object lalu weld-kan lagi jadilah wujud seperti gambar berikut<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0018.jpg" border="1" alt="" width="257" height="533" /><br />
Seleksi object lalu Copy Mirror (Tekan Ctrl dan tarik Bounding Box sebelah kiri ke kanan, setelah muncul garis-garis bantu klik kanan&lt;&lt; cara yg paling mudah) seperti gambar dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0019.jpg" border="1" alt="" width="373" height="390" /><br />
Seleksi semua lalu Weld-kan, jadilah Twin Tailed  Siren&#8230; hwehehehe</p>
<p>9. Buat beberapa lingkaran seperti gambar berikut  ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0020.jpg" border="1" alt="" width="312" height="307" /><br />
Lingkaran yang ber-Outline merah di Combine-kan lalu beri warna  hijau</p>
<p>10. Untuk memasukkan tulisan ke dalam lingkaran gunakan Fit Text To Pat (Text &gt;&gt; Fit Text To Pat) seperti gambar dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0021.jpg" border="1" alt="" width="416" height="412" /><br />
untuk membalikkan tulisan yang terbalik(Pada  bagian coffee disini) gunakan Mirror Horizontally maupun vertically<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0022.jpg" border="1" alt="" width="154" height="57" /></p>
<p>11. Setelah selesai dengan tulisan tadi tambah kan bintang(semua ukuran diharapkan temen2 bisa menyesuaikan dengan improve2 temen2 sendiri), gunakan Star Tool seperti diatas tadi, letakkan dan sesuaikan<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0023.jpg" border="1" alt="" width="308" height="299" /></p>
<p>12. Setelah itu seleksi lingkaran bagian luar tadi, lalu Contour (Effect&gt;&gt;Contour atau Ctrl+F9) beri warna hijau pada Contour tersebut dan berilah warna hitam pada lingkaran paling kecil seperti gambar dibawah ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0024.jpg" alt="" width="368" height="371" /><br />
(Effect&gt;&gt;PowerClip&gt;&gt;Place Inside Container) kedalam lingkaran berwarna hitam, sesuaikan letaknya seperti gambar berikut ini<br />
<img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0025.jpg" border="1" alt="" width="401" height="404" /><br />
Jadi deh Starbucksnya, tinggal kita kreasikan  bagaimana lagi, seperti berikut ini mungkin <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<a href="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0027.jpg" target="_blank"><img src="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0026.jpg" border="0" alt="STARBUCKS LOGO" width="436" height="400" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beecara.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beecara.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beecara.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beecara.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beecara.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beecara.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beecara.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beecara.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beecara.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beecara.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beecara.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beecara.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beecara.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beecara.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=180&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beecara.wordpress.com/2009/06/19/cara-membuat-logo-starbuck/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">billycheung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0000.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0001.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0002.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0003.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0004.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0005.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0006.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0007.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0008.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0009.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0010.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0011.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0012.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0013.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0014.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0015.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0016.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0017.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0018.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0019.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0020.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0021.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0022.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0023.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0024.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0025.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ilmugrafis.com/coreldraw/c_lg_12/coreldraw_logo_12_clip_image002_0026.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">STARBUCKS LOGO</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Flashdisk dijadikan RAM</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com/2009/06/13/flashdisk-dijadikan-ram/</link>
		<comments>http://beecara.wordpress.com/2009/06/13/flashdisk-dijadikan-ram/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 06:58:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>billycheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Cyber]]></category>
		<category><![CDATA[ganti RAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beecara.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Begini Harga RAM Komputer relatif lebih mahal daripada Flashdisk, kemarin ketika flashdisk saya hilang saya membeli flashdisk baru kemudian ada teman sekantor saya yang berkata &#8220;Wah kalau RAM bisa digantikan flashdisk jauh lebih murah nih&#8220;. Kemudian ada teman saya yang mengatakan bisa menggunakan Software, nanti bisa berfungsi sebagai RAM. Setelah beberapa hari saya browsing akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=175&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Begini Harga RAM Komputer relatif lebih mahal daripada Flashdisk, kemarin ketika flashdisk saya hilang saya membeli flashdisk baru kemudian ada teman sekantor saya yang berkata &#8220;<span style="font-style:italic;">Wah kalau RAM bisa digantikan flashdisk jauh lebih murah nih</span>&#8220;. Kemudian ada teman saya yang mengatakan bisa menggunakan Software, nanti bisa berfungsi sebagai RAM.</p>
<p>Setelah beberapa hari saya browsing akhirnya ketemu juga software yang bisa digunakan untuk hal tersebut. Pertama saya ragu tetapi hasilnya lumayan Komputer menjadi 2x lebih cepat karena RAM saya 1,5 Giga saya ubah dari flashdisk berukuran 4 Giga 2 kali lipat lebih kan perbedaanya terasa banget di komputer saya.<span id="more-175"></span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Komputer saya berspesifikasi :</span><br />
Pentium 4 Dual Core 3.0 GHz<br />
RAM 2 Keping (Kingston 1Giga dan Koreaan 500 Mb)<br />
VGA 500Mb GForce<br />
So : Windows XP SP2<br />
Aplikasi : Office 200, Photshop CS3, Dreamweaver CS3, XAMPP, AVG dan Rising, Corel Draw X4, Flash *, Director 11, Adobe Premier Pro, Adobe Acrobat CS3 dan aplikasi standar lainnya.<br />
DVD RW 1 Buah</p>
<p>Nah dengan Software yang saya pakai terasa perbedaannya.</p>
<p>Aplikasi yang saya gunakan bernama eBoostr silahkan anda cari di internet banyak tersedia. Setelah itu silahkan download aplikasi tersebut. Simpan didirektori anda jangan sampai lupa. Berikutnya instal eBoostr tersebut kemudian setelah selesai restart komp anda (eBoostr) tidak berjalan dengan baik sebelum direstart.</p>
<p>1. Tancapkan Flashdisk dan pastikan sudah terdeteksi oleh komputer (flashdisk yang saya gunakan masih kosong (karena baru beli)<br />
2. Jalankan <span style="font-weight:bold;">eBoostr Control Panel</span> bisa melalui Start Menu Program.</p>
<p>Tampilan awal eBoostr sebelum menggunakan Flashdisk sebagai RAM.<br />
<a href="http://2.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdApmZgankI/AAAAAAAAAHI/YrrE2Dq7cOU/s1600-h/Setelah-Active.gif"><img style="float:left;cursor:pointer;width:320px;height:238px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdApmZgankI/AAAAAAAAAHI/YrrE2Dq7cOU/s320/Setelah-Active.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<p>3. Klik Tombol <span style="font-weight:bold;">Add</span> untuk sehingga keluar jendela <span style="font-weight:bold;">Add Chace Device</span>.</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdAnnCX-hFI/AAAAAAAAAGw/S4OPmfwrux8/s1600-h/Sebelum-Active2.gif"><img style="float:left;cursor:pointer;width:320px;height:233px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdAnnCX-hFI/AAAAAAAAAGw/S4OPmfwrux8/s320/Sebelum-Active2.gif" border="0" alt="" /></a>Menambahkan Flashdisk sebagai memori pengganti RAM (sebelumnya flashdisk harus sudah terpasang pada komputer dan sudah terdeteksi.</p>
<p>4. Kemudian pilih Nama Flashdisk Anda. &#8211;&gt; <span style="font-weight:bold;">OK</span></p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdAoJHyBv_I/AAAAAAAAAG4/0xns3dR2Orw/s1600-h/Sebelum-Active3.gif"><img style="float:left;cursor:pointer;width:320px;height:234px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdAoJHyBv_I/AAAAAAAAAG4/0xns3dR2Orw/s320/Sebelum-Active3.gif" border="0" alt="" /></a>Setelah memilih flashdisk sebagai RAM</p>
<p>5. Berikutnya akan muncul jendela <span style="font-weight:bold;">Allocating</span> yang berlangsung agak lama.<br />
6. Setelah selesai lakukan maka akan tampil chace yang digunakan adalah flashdisk anda.<br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdApGJZ9fqI/AAAAAAAAAHA/7b7fp2FYrwI/s1600-h/Sebelum-Active4.gif"><img style="float:left;cursor:pointer;width:320px;height:236px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdApGJZ9fqI/AAAAAAAAAHA/7b7fp2FYrwI/s320/Sebelum-Active4.gif" border="0" alt="" /></a><br />
Berikutnya silahkan Building</p>
<p>7. Masih dibutuhkan beberapa waktu lagi untuk membangun chace sebelum bisa digunakan. Harap Sabar. Hal ini saya membutuhkan wa<a href="http://3.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdAkyC2YOKI/AAAAAAAAAGo/peoDtBH_lfk/s1600-h/Sebelum-Active.gif"><img style="float:left;cursor:pointer;width:320px;height:234px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdAkyC2YOKI/AAAAAAAAAGo/peoDtBH_lfk/s320/Sebelum-Active.gif" border="0" alt="" /></a>ktu 20 menit (karena komputer saya yang lemot mungkin)</p>
<p>Berikut ini eBoostr siap digunakan.</p>
<p>Selamat menggunakan eBoostr. Perlu diingat flashdisk yang anda gunakan dikosongkan dulu. Karena setelah digunakan flashdisk anda tidak bisa digunakan untuk mengcopy data. Silahkan gunakan GOOGLE untuk mendowload eBoostr.</p>
<p>NB : Untuk Windows 9x hanya bisa menggunakan flashdisk 2 Giga kebawah<br />
Sedangkan untuk Flashdisk lebih dari 2Giga gunakan sistem operasi berbasis NTFS.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beecara.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beecara.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beecara.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beecara.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beecara.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beecara.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beecara.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beecara.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beecara.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beecara.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beecara.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beecara.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beecara.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beecara.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=175&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beecara.wordpress.com/2009/06/13/flashdisk-dijadikan-ram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">billycheung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdApmZgankI/AAAAAAAAAHI/YrrE2Dq7cOU/s320/Setelah-Active.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdAnnCX-hFI/AAAAAAAAAGw/S4OPmfwrux8/s320/Sebelum-Active2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdAoJHyBv_I/AAAAAAAAAG4/0xns3dR2Orw/s320/Sebelum-Active3.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdApGJZ9fqI/AAAAAAAAAHA/7b7fp2FYrwI/s320/Sebelum-Active4.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_O8nFeJVoSq8/SdAkyC2YOKI/AAAAAAAAAGo/peoDtBH_lfk/s320/Sebelum-Active.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>INDONESIA vs MALAYSIA lagi&#8230;?????</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com/2009/06/03/indonesia-vs-malaysia-lagi/</link>
		<comments>http://beecara.wordpress.com/2009/06/03/indonesia-vs-malaysia-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 08:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>billycheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAGI HEBOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beecara.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini memang hubungan negara kita dengan negara tetangga agak memanas,setelah kasus Manohara merebak lantaran pejabat negara yang berada dimalaysia tidak merespon apa yang disampaikan oleh Manohara dan ibunya Daisy sekarang giliran tentara AL kita yang di provokasi di perairan Ambalat (Kalimantan Timur). Sebenarnya konflik kecil antara Indonesia dan Malaysia sudah sejak dari dulu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=170&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-171" title="image.tempointeraktif.com" src="http://beecara.files.wordpress.com/2009/06/image-tempointeraktif-com.jpg?w=274&#038;h=181" alt="image.tempointeraktif.com" width="274" height="181" />Beberapa hari ini memang hubungan negara kita dengan negara tetangga agak memanas,setelah kasus Manohara merebak lantaran pejabat negara yang berada dimalaysia tidak merespon apa yang disampaikan oleh Manohara dan ibunya Daisy sekarang giliran tentara AL kita yang di provokasi di perairan Ambalat (Kalimantan Timur).<span id="more-170"></span></p>
<p>Sebenarnya konflik kecil antara Indonesia dan Malaysia sudah sejak dari dulu sering terjadi,masih segar diingatan kita soal lagu daerah Maluku &#8220;rasa sayang e&#8221; dicomot oleh Malaysia sebagai lagu untuk promosi pariwisata mereka dan Reog ponorogo yang diklaim oleh Malaysia menjadi budaya daerah mereka serta kain batik. Sampai saat ini pemerintah masih menanggani konflik-konflik kecil ini dengan kepala dingin entah maksudnya memang pemerintah tidak ingin emosi atau pemerintah takut,komentar-komentar masyarakat yang saya baca dibeberapa blog dan online news rata-rata mengungkapkan kekecewaan pemerintah menangani masalah-masalah dengan malaysia,saya sendiri juga cukup kecewa.</p>
<p>Cawapres Prabowo bahkan mengatakan negara kita miskin,miskin peralatan militer dan miskin ekomoni yang akhirnya membuat malaysia berani untuk melecehkan negara kita,menurut pribadi saya miskin bukan berarti kita tidak punya harga diri dan membiarkan kita diprovokasi oleh malaysia,buktinya INDONESIA bisa merdeka dengan melawan penjajahan Belanda dan Jepang hanya dengan bambu runcing,semangat untuk membela NKRI ini harus ada (wajib) selain peralatan militer,setiap tahun anggaran militer selalu bertambah,tetapi para petinggi sering merasa kekurangan,itulah kelemahan kita -  tidak pernah mensyukuri apa yang telah tersedia dan tidak memanfaatkan sebaik mungkin,selalu merasa kekurangan.</p>
<p>Semoga pemerintah bisa lebih tegas,jangan hanya bisa menindas rakyat sendiri. MERDEKA NKRI</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beecara.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beecara.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beecara.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beecara.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beecara.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beecara.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beecara.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beecara.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beecara.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beecara.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beecara.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beecara.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beecara.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beecara.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=170&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beecara.wordpress.com/2009/06/03/indonesia-vs-malaysia-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">billycheung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2009/06/image-tempointeraktif-com.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image.tempointeraktif.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FACEBOOK = NETWORKING OR NOT WORKING</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com/2009/05/28/facebook-networking-or-not-working/</link>
		<comments>http://beecara.wordpress.com/2009/05/28/facebook-networking-or-not-working/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 04:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>billycheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAGI HEBOH]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beecara.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini di Indonesia memang lagi dimabuk kepayang dengan situs jejaring sosial (networking) yang satu ini (facebook), beberapa hari yang lalu bahkan ada peng-HARAM-an Facebook or Friendster tapi gw gak mo komen soal ini lah,facebook emang mem-boom-ing banget dibanding pendahulunya Friendster gak hanya di Indonesia,President Barrack Obama aja punya bahkan White House juga memiliki account’nya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=165&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-166" title="facebook" src="http://beecara.files.wordpress.com/2009/05/facebook.jpg?w=250&#038;h=188" alt="facebook" width="250" height="188" />Akhir-akhir ini di Indonesia memang lagi dimabuk kepayang dengan situs jejaring sosial (networking) yang satu ini (facebook), beberapa hari yang lalu bahkan ada peng-HARAM-an Facebook or Friendster tapi gw gak mo komen soal ini lah,facebook emang mem-boom-ing banget dibanding pendahulunya Friendster gak hanya di Indonesia,President Barrack Obama aja punya bahkan White House juga memiliki account’nya.<span id="more-165"></span></p>
<p>Saking hebohnya sampai-sampai dibilang gak gaul kalo belom punya account facebook dan lebih parahnya demam FB ini telah menyebabkan penurunan kualitas kerja, gw sendiri pernah jalan-jalan diblog dan menemukan sebuah blog dari Amerika yang menulis begini.</p>
<p>“Your day is lagging, your brain has begun to get fuzzy, and you can’t concentrate on homework or projects or spreadsheets anymore. You must escape.</p>
<p>So what do you, like approximately 30 million other people, do?<br />
You get on <strong>Facebook</strong>.”</p>
<p>Sudah jelaskan 30 juta orang mengakses facebooknya hanya untuk meng-update statusnya atau melihat foto temen yang baru di up load, mereka melupakan pekerjaannya, beberapa orang bahkan ratusan orang telah kecanduan facebook,apa lagi kemudahan akses situs ini dipermudah dengan hadirnya facebook on mobile….wah…wah makin gila facebook deh.</p>
<p>Banyak orang lalai dalam pekerjaannya,kondisi seperti ini cukup prihatin dan harus diperbaiki tetapi bukan facebooknya tapi dari diri kita sendiri bahwa ada yang lebih penting lagi selain ber’facebook ria,gw nulis ini semoga yang baca (khusunya yg kecanduan) bisa sadar diri, it’s just networking guys,gak perlu berjam-jam diplototin and gak perlu segala kegiantan loe, loe tulis distatus. Come on…..think ’bout it.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beecara.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beecara.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beecara.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beecara.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beecara.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beecara.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beecara.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beecara.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beecara.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beecara.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beecara.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beecara.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beecara.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beecara.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=165&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beecara.wordpress.com/2009/05/28/facebook-networking-or-not-working/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">billycheung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2009/05/facebook.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">facebook</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEBERAPA PENTING DIRI LOE</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com/2009/05/23/seberapa-penting-diri-loe/</link>
		<comments>http://beecara.wordpress.com/2009/05/23/seberapa-penting-diri-loe/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 05:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>billycheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[Penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beecara.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu gw bicara sama temen gw,dia bilang dia mau keluar dari kerjaannya sekarang karena dia merasa berada diposisi yang tidak penting dan tidak ada peningkatan dari sisi pendapatan,pikiran gw langsung melayang ke-iklan teh botol sosro (sudah tau kan gimana isinya) terus gw juga pernah baca sebuah artikel yang ditulis oleh seorang motivator [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=160&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-161" title="images1" src="http://beecara.files.wordpress.com/2009/05/images1.jpg?w=121&#038;h=121" alt="images1" width="121" height="121" />Beberapa hari yang lalu gw bicara sama temen gw,dia bilang dia mau keluar dari kerjaannya sekarang karena dia merasa berada diposisi yang tidak penting dan tidak ada peningkatan dari sisi pendapatan,pikiran gw langsung melayang ke-iklan teh botol sosro (sudah tau kan gimana isinya) terus gw juga pernah baca sebuah artikel yang ditulis oleh seorang motivator dari Singapura,begini ceritanya.<span id="more-160"></span></p>
<p>Waktu itu motivator ini mengadakan sebuah seminar dihotel tersebut dan dia juga nginap dikamar hotel itu, disaat dia keluar kamar hotel untuk ke restoran dia melihat seorang karyawan yang sudah tua yang bernama Mr.Liem sibuk memeriksa setiap angsel dan kunci kamar-kamar hotel dengan iseng dia bertanya &#8220;Bapak sudah berapa lama kerja beginian?&#8221; Mr Liem berkata &#8220;Sudah 40tahun saya jalanin pekerjaan ini&#8221; &#8220;wah,lama banget gak bosen pak?&#8221; Mr. Liem pun bercerita &#8220;anak muda,jangan meremehkan pekerjaan saya,ini adalah pekerjaan penting menyangkut nyawa setiap orang di hotel ini&#8221; &#8220;maksudnya pak?&#8221; sang motivator bertanya, &#8220;orang yang nginap disini adalah orang &#8211; orang penting,jika terjadi sesuatu dihotel ini seperti kebakaran dan pintu tiba-tiba macet tidak bisa dibuka,apa yang terjadi? tamu tadi pasti akan mati terbakar,kasian anak istri mereka yang ditinggal jauh,orang yang mereka sayangi hanya mati sia-sia karena keteledoran saya jika tidak mengeceknya setiap hari,begitulah anak muda &#8211; tidak ada hal yang tidak penting didunia ini,sekecil apapun itu adalah hal penting&#8221; sang motivator pun mendapat sebuah pengalaman lagi dan dia pun berlalu.</p>
<p>Dulu gw juga sering merasa diri ini tidak penting tapi setelah gw baca artikel tersebut,gw merasa gw penting tanpa harus menyombongkan diri bahwa gw adalah &#8220;most important person&#8221;. Coba loe bayangin kalo gak ada penyapu jalan atau pengangkut sampah,bisa kebayang gak dunia-kota-lingkungan dan rumah kita? Ada juga yang berpikiran &#8220;Gw hanya karyawan,gak penting gak kaya,gw pengen jadi pengusaha&#8221; bisa kebayang gak kalo semua orang berpikiran sama? semua jadi pengusaha terus siapa yang jadi karyawannya? Kalau untuk masalah kaya gak kaya bukan dari seberapa yang mampu anda dapatkan tapi seberapa anda mampu me&#8217;menage pendapatan tersebut berapapun itu jumlahnya, coba inget deh semakin besar pendapatan semakin besar pula pengeluaran, itu sudah hukum ekomoni gak hanya berlaku untuk perusahaan tapi juga berlaku pada perorangan.</p>
<p>So biarpun pekerjaan kita kecil pendapatan kita kecil bukan sebuah alasan loe bukan orang penting,kita semua adalah VVIP (Very Very Important Person). Tetap semangat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beecara.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beecara.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beecara.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beecara.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beecara.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beecara.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beecara.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beecara.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beecara.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beecara.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beecara.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beecara.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beecara.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beecara.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=160&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beecara.wordpress.com/2009/05/23/seberapa-penting-diri-loe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">billycheung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2009/05/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proyek Macet</title>
		<link>http://beecara.wordpress.com/2009/05/19/proyek-macet/</link>
		<comments>http://beecara.wordpress.com/2009/05/19/proyek-macet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 05:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>billycheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[GADO-GADO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beecara.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini kalau ke&#8217;kantor cukup bikin kesel,sejak 20 tahun yang lalu jalan didepan kantor tidak pernah lepas dari proyek entah itu pelebaran jalan &#8211; pengaspalan jalan &#8211; menaikan jalan (sering direndam banjir) dll, akhirnya setiap tahun pasti mengalami banjir atau macet (karena proyek tadi). Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk melakukan proyek tambal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=157&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-158" title="traffic_jam" src="http://beecara.files.wordpress.com/2009/05/traffic_jam.jpg?w=250&#038;h=188" alt="traffic_jam" width="250" height="188" />Akhir-akhir ini kalau ke&#8217;kantor cukup bikin kesel,sejak 20 tahun yang lalu jalan didepan kantor tidak pernah lepas dari proyek entah itu pelebaran jalan &#8211; pengaspalan jalan &#8211; menaikan jalan (sering direndam banjir) dll, akhirnya setiap tahun pasti mengalami banjir atau macet (karena proyek tadi). Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk melakukan proyek tambal &#8211; sulam tadi, menurut gw pribadi kenapa tidak dipikirkan secara matang oleh pemerintah dalam pembangunan jalan untuk periode sekian lama, pemerintah ( khususnya pemda/pemkot) seharusnya bisa membuat jalan yang bisa tahan minimal 5 tahun tanpa harus setiap tahun memperbaharui jalan tersebut apa lagi jalan tersebut merupakan salah satu jalur pantura (pantai utara) sebuah jalur penting dalam transportasi darat.<span id="more-157"></span></p>
<p>Kerugian akibat kemacetan yang panjangnya sampai <em>&#8220;ber&#8217;kilo-kilo&#8217;meter&#8221;</em> tersebut sangat merugikan masyarakat, distribusi antar daerah menjadi tidak ontime ,biaya yang dikeluarkan pemerintah merupakan hasil dari pajak masyarakat menjadi mubazir. Atau sebenarnya ada <em>&#8220;permainan&#8221;</em> dalam proyek ini, why ? Only GOD know why seperti lagu Kid Rock, kita lihat saja akhir dari kehidupan orang-orang yang bermain didalamnya. Harapan gw sih ini merupakan proyek terakhir dijalan ini^-^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beecara.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beecara.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beecara.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beecara.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beecara.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beecara.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beecara.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beecara.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beecara.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beecara.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beecara.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beecara.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beecara.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beecara.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beecara.wordpress.com&amp;blog=5013749&amp;post=157&amp;subd=beecara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beecara.wordpress.com/2009/05/19/proyek-macet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">billycheung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beecara.files.wordpress.com/2009/05/traffic_jam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">traffic_jam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
